Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

Windows 8 Segera Gantikan Windows 7

Dalam sebuah posting blog di website Belanda, Microsoft mengatakan Windows versi berikutnya, yakni Windows 8, tengah dikembangkan. Dikatakannya, Windows 8 tidak akan diluncurkan hingga dua tahun ke depan.

Kabar itu muncul di sela posting blog yang sedang memperingati satu tahun Windows 7. Dalam halaman Web yang sama, dituliskan pula bahwa Windows 8 akan termasuk Windows App Store, serupa dengan yang diperkenalkan Apple untuk Mac minggu lalu.

Selain itu, login ke dalam Windows tak lagi dengan fingerprint atau mengetik password, tetapi pada pengenalan wajah (face recognition). Selain itu, Microsoft menjanjikan boot-up yang jauh lebih cepat dari Windows 7.

Desas desus yang beredar, termasuk pada slide deck yang terpampang di halaman Websiter tersebut, Windows 8 akan diluncurkan Microsoft di awal tahun 2011. Pasalnya, perusahaan yang dikendarai Steve Ballmer itu enggan disaingi Apple yang baru saja memperkenalkan Mac OX X Lion. Nampaknya Microsoft ingin mempertahankan suasana yang kompetitif.

Namun, mendengar kabar Windows 8 baru akan keluar sekitar dua tahun lagi bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, perusahaan yang berkantor di Seattle itu pernah menghabiskan waktu lebih lama dan tertinggal jauh dari Apple saat mengembangkan Windows 7.

Ya, Windows 7 dirilis pada bulan Oktober setahun lalu, sekitar dua tahun setengah setelah Windows Vista. Sementara gap antara Windows Vista dan Windows XP lebih jauh lagi, sekitar lima tahun.

Sumber : Vivanews

Kamis, 14 Oktober 2010

Menelusuri Perkembangan Ponsel di Indonesia

Pada dekade tahun 70-an negara-negara maju di eropa menerapkan teknologi seluler untuk komunikasi. Di Indonesia sendiri baru menerapkan kecanggihan teknologi komunikasi tersebut belasan tahun kemudian. Dimulai pada tahun 1984 teknologi seluler pertama kali hadir di Indonesia dengan berbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT).

Di tahun 1985-1992 ponsel mulai beredar di Indonesia,namun tidak bisa di masukkan kedalam saku baju atau celana karena bentuknya yang besar dan panjang,dengan berat rata2 430gram (hampir setengah kilogram).Harga ponselnya juga tidak murah,berkisar diatas 10 juta per unit.Di tahun ini pula baru dikenal dua teknologi seluler yaitu NMT-470,modifikasi NMT-450.

Di akhir 1993 PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital Global System for Mobile (GSM),dimulai di dua pulau,yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan. Di tahun 1994 PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) beroperasi sebagai operator GSM pertama di Indonesia,dengan mengawali kegiatan operasinya di Jakarta dan sekitarnya.Karena GSM menggunakan kartu SIM,maka hal itu aman dari penggandaan dan penyadapan serta mutu prima dan jangkauan luas.

Tahun 1995 proyek Telkom di Batam berlangsung sukses dan di lanjutkan ke provinsi-provinsi di Sumatra,lalu menjadikan Telkomsel pada 26 mei 1995 sebagai operator GSM nasional bersama Satelindo.Kemudian di Tahun 1996 Telkomsel dengan produk kartu Halo-nya sukses di Medan,Surabaya,Bandung,dan Denpasar,kemudian masuk Jakarta.Di penghujung tahun 1996 ini pula,PT.Excelcomindo Pratama (Excelcom) berbasis GSM beroperasi di Jakarta sebagai operator GSM ke tiga di Indonesia.Setelah itu di tahun 1998 Excelcom meluncurkan kartu prabayar Pro-XL yang memberi alternatif bagi konsumen untuk memilih dengan layanan roaming.Satelindo menyusul Telkomsel dan Excelcom dengan meluncurkan kartu prabayar mentari,dengan keunggulan tarif dihitung perdetik,sehingga dalam waktu singkat menjaring lebih 100.00 pelanggan.

Layanan pesan singkat,mulai di perkenalkan pada tahun 2000,dan menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel,karena sangat praktis dan murah biayanya.Di tahun ini pula PT.Indosat dan PT.Telkom mendapat lisensi sebagai operator GSM 1800 nasional.Layanan seluler kedua BUMN itu kemudian beroperasi pada tanggal 1 Agustus tahun 2001.Babak baru bertelekomunikasi berlanjut di tahun 2003,yaitu dengan hadirnya Telkom Flexi,yang mengusung teknologi CDMA 2000 1X,kemudian di belakang Flexi ada Esia dari Bakrie Telecom,Fren & Hepi dari Mobile8,Star One dari Indosat,Smart dari Lippo Telecom,dan terakhir Ceria dari Sampoerna Telecom.

Kemudian ponsel-ponsel yang masuk ke Indonesia juga sejalan dengan perkembangan operator2 seluler yang telah disebutkan di atas.Kehadiran ponsel di Indonesia dimulai dari generasi kedua(berdasarkan pengetahuan saya),sampai generasi ke empat (yang sekarang banyak beredar di pasaran).Berikut ulasan singkat tentang generasi ponsel tersebut :

Generasi Kedua:

Ponsel generasi ini juga biasa disebut 2G hadir pada pertengahan 1990-an.Beroperasi pada jaringan GSM dengan menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz.Pada generasi ini sinyal analog telah di ubah dengan sinyal digital.Penggunaan sinyal digital melengkapi ponsel dengan pesan suara,panggilan tunggu dan SMS.

Generasi Ketiga:

Ponsel generasi ini juga disebut 3G, fiturnya adalah memungkinkan operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan yang lebih luas,termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini.

Generasi Keempat:

Ponsel generai ini juga disebut 4G.4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro),CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dll.Sistem 4G berdasarkan keragaman jaringan IP,yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line, dan lainnya.

Sumber: Kompas

Pusat Data Internet Ikut Memanaskan Bumi


Perkembangan pusat data Internet ikut menyumbang emisi karbon ke angkasa. Boleh jadi penerbangan akan lebih ramah lingkungan daripada Internet. Internet pernah dianggap sebagai kawasan ramah lingkungan. Pendirian usaha baru di Internet tidak perlu menghabiskan lahan atau emisi karbon seperti usaha konvensional. Dugaan ini ternyata keliru.

Data di Internet disimpan di pusat data (data center). Di pusat data terdapat server lengkap berpendingin udara agar bisa bekerja optimal. Salah satu pusat data terbesar terdiri atas 80.000 server.

Pusat data rakus listrik. Di AS, pusat data melahap 1,5 persen total konsumsi listrik. Pada 2005 pusat data mengkonsumsi 1 persen konsumsi listrik dunia, naik dari 0,6 persen pada 2000. Ketika dikonversi, emisi karbon yang dilepaskan oleh pusat data internet saban tahun sudah mengatasi Argentina dan Belanda. Kalau laju konsumsi ini dibiarkan, maka pada 2020 emisi karbon Internet mencapai 670 juta ton.

Pemborosan energi di pusat data terutama disebabkan oleh ketidakefisienan kerja di server. Survei McKinsey dan Uptime Institute memergoki sepertiga server pasif (idle). Mereka juga menemukan rata-rata administrator server tidak tahu program apa saja yang jalan di server mereka.

Penghematan listrik di pusat data Internet bisa dilakukan dari dua sisi. Secara perangkat keras, kini sudah tersedia perkakas keras yang irit listrik dan tidak gampang panas. Dari sisi perangkat lunak, administrator harus tahu isi servernya dan mengurangi kerja program yang hanya memboroskan listrik.